Alumnus ITB ini Berhasil Membuat Kerajinan dari Limbah

Risma Indriyani tidak menyesali keputusannya meninggalkan pekerjaannya di salah satu anak perusahaan BUMN di Jakarta. Perempuan asal Bandung tersebut memilih kembali ke kampung halamannya dan mendirikan usaha sendiri melalui PT Suhuf Kridasana Nusantara.

alumnus itb yang kini menjadi perajin

Ringkasan

🌿

Perempuan asal Bandung ini memilih kembali ke kampung halamannya dan memulai perjalanan baru sebagai seorang pengusaha.

🌿

Risma mengembangkan usaha yang mengolah limbah pertanian.

🌿

Sahabat hijau, mari lebih peduli terhadap lingkungan dengan mendukung inovasi ramah lingkungan.

Berawal dari Masa Pemulihan, Risma Ciptakan Lapangan Kerja dari Limbah Pisang

Sahabat Hijau, tak ada penyesalan sedikit pun dalam diri Risma Indriyani setelah memutuskan resign dari anak perusahaan BUMN di Jakarta. Perempuan asal Bandung ini memilih kembali ke kampung halamannya dan memulai perjalanan baru sebagai seorang pengusaha. Berbekal tekad dan kepeduliannya terhadap lingkungan, ia mendirikan PT Suhuf Kridasana Nusantara, sebuah usaha seni dan kerajinan yang memanfaatkan limbah pelepah pisang menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Perempuan Bandung ini bangun usaha ramah lingkungan

Keputusan besar tersebut bermula dari sebuah peristiwa yang mengubah hidupnya. Sepulang bekerja, Risma mengalami kecelakaan yang menyebabkan tulang lengannya patah. Ia memilih tidak menjalani operasi dan harus beristirahat total selama dua bulan. Selama masa pemulihan, Risma mengajukan izin bekerja dari rumah dan kembali ke Bandung untuk mendapatkan suasana yang lebih tenang.

Di tengah masa istirahat itu, Risma mulai merenungkan banyak hal. Ia merasa damai berada di dekat keluarga, tetapi juga menyadari masih banyak masyarakat di sekitarnya yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Pengalaman tersebut membuatnya berpikir bahwa selama ini ia hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Padahal, sejak lama ia memiliki impian untuk menjadi seorang entrepreneur yang mampu membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Sahabat hijau, pengalaman selamat dari kecelakaan juga menjadi titik balik yang memperkuat keyakinan Risma. Ia menyadari bahwa hidup bukan hanya tentang mengejar karier dan materi, tetapi juga tentang memberi dampak positif bagi sesama. Kini, usaha yang ia bangun dari limbah pelepah pisang tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi warga sekitar. Kisah Risma membuktikan bahwa keberanian mengambil langkah baru sering kali membuka peluang besar bagi lingkungan dan masyarakat.

Risma Bangkitkan Usaha Kerajinan dari Limbah Pisang

Proses mengajak warga kelola limbah agar menjadi kerajinan

Setelah melalui pergulatan panjang dalam dirinya, Risma akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya di Jakarta dengan gaji puluhan juta rupiah. Ia memilih pulang ke Bandung untuk menghidupkan kembali PT Suhuf Kridasana Nusantara, sebuah usaha seni dan kerajinan berbahan dasar limbah pelepah pisang. Meski kini dikenal sebagai usaha yang berkembang pesat, perusahaan tersebut sebenarnya telah berdiri sejak tahun 1994 dan didirikan oleh seorang alumnus ITB. Setelah sempat vakum selama beberapa waktu, Risma mengambil alih perusahaan tersebut dan melakukan berbagai pembaruan, mulai dari konsep bisnis, pengembangan produk, hingga proses re-branding.

Berlokasi di kawasan Dago Atas, Bandung, Suhuf fokus memproduksi kertas daur ulang handmade dan aneka kerajinan tangan dengan memanfaatkan limbah pertanian seperti pelepah pisang, jerami, dan serat abaka sebagai bahan baku utama. Dalam proses menghidupkan kembali perusahaan tersebut, Risma berkeliling ke berbagai desa di Bandung untuk memberikan edukasi tentang potensi limbah yang selama ini sering dianggap tidak bernilai. Dari sana, ia mengajak masyarakat sekitar untuk terlibat dalam proses produksi, mulai dari lansia, ibu-ibu, hingga bapak-bapak.

Mengolah limbah menjadi sumber penghasilan

Risma menjelaskan bahwa limbah pertanian yang telah diolah menjadi kertas kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai jual. Bersama timnya, ia berhasil mengubah bahan-bahan sederhana seperti pelepah pisang dan jerami menjadi lebih dari 250 SKU (Stock Keeping Unit). Produknya sangat beragam, mulai dari kertas berbagai ukuran, notebook, tempat tisu, hingga merchandise perusahaan. Tidak berhenti di sana, Suhuf juga memanfaatkan serat alam dan biji-bijian berwarna untuk menghasilkan berbagai aksesori dan hiasan yang unik. Melalui inovasi tersebut, limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan diminati oleh berbagai kalangan.

Seiring berkembangnya usaha, Suhuf terus melakukan diversifikasi produk hingga merambah ke sektor suvenir dan perlengkapan perawatan diri. Risma mengungkapkan bahwa setelah mengakuisisi perusahaan secara penuh, beberapa investor sempat menawarkan kerja sama. Meski demikian, perusahaan masih memprioritaskan pembenahan internal dan peningkatan kualitas produksi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Sahabat hijau, langkah tersebut membuahkan hasil karena produk Suhuf kini telah dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari toko ritel besar seperti Paperclip, kebutuhan merchandise perusahaan BUMN dan swasta, hingga penjualan ritel melalui media sosial.

Saatnya peduli lingkungan dari sekarang

Sahabat hijau, kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar. Kita dapat memulainya dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi sampah, memilih produk ramah lingkungan, serta memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan. Generasi muda saat ini memiliki pengetahuan dan akses informasi yang lebih luas tentang kesehatan serta kelestarian lingkungan. Karena itu, sudah saatnya kesadaran tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan dampak positif bagi sekitar.

Mari bersama-sama menjadi generasi yang tidak hanya peduli pada masa depan diri sendiri, tetapi juga masa depan bumi. Dukung berbagai inovasi yang mengolah limbah menjadi produk bernilai guna, sebarkan kebiasaan baik kepada orang-orang terdekat, dan jadilah bagian dari perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan. Sahabat hijau, setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.