Salah Pangkas Berujung Maut: Ancaman di Lingkungan Anda
Ringkasan
🌿
Banyak masyarakat urban yang belum memahami teknik perawatan pohon yang benar sehingga mengakibatkan kematian pohon secara prematur.
🌿
SKALA IPB meluncurkan gerakan Tree Care yang mengombinasikan ilmu arborikultur dengan keterlibatan generasi muda.
🌿
Pembentukan relawan Tree Guardians menjadi solusi kolaborasi antara warga dan pemerintah dalam menjaga kesehatan pohon urban.
Salah Pangkas Berujung Maut: Ancaman di Lingkungan Anda
Sahabat Hijau, seringkali kita melihat pohon di depan rumah tampak merana meskipun setiap hari terpapar air hujan. Banyak dari kita tidak menyadari bahwa kesalahan dalam memangkas dahan justru menjadi awal dari infeksi jamur yang mematikan bagi pohon. Ketidaktahuan teknis ini membuat investasi lingkungan yang kita tanam selama belasan tahun hilang begitu saja hanya dalam hitungan bulan.

Kesalahan kecil dalam perawatan pohon dapat merusak ekosistem perkotaan yang telah dibangun bertahun-tahun.
Di Jakarta saja, produksi sampah hijau yang tidak terkelola mencapai 8.000 ton per hari, yang sering kali berasal dari dahan pohon yang ditebang asal-asalan oleh warga. Bayangkan, emisi 1 ton gas CO2 yang seharusnya diserap oleh pohon-pohon ini justru tetap mengambang bebas di udara karena kesehatan pohon yang menurun drastis. Sahabat Hijau harus tahu bahwa pohon yang tidak sehat kehilangan kemampuannya menyerap polusi hingga 60 persen dibandingkan pohon prima.
Masalah ini diperparah dengan rendahnya minat anak muda untuk terlibat dalam isu lingkungan yang terkesan “kotor” dan melelahkan secara fisik. Padahal, tanpa regenerasi pengawas lingkungan, koordinasi dengan dinas terkait mengenai pohon tumbang seringkali mengalami jalan buntu atau respons yang lambat. Dr. Rimbawan, seorang praktisi kehutanan di IPB, pernah berujar bahwa “Pohon di kota adalah pasien yang tidak bisa bicara, mereka butuh dokter dari kalangan warga sendiri.”
Pernyataan ini bukan tanpa alasan, mengingat data menunjukkan bahwa pohon yang dirawat dengan teknik arborikultur yang benar mampu hidup 2 kali lebih lama di lingkungan ekstrem perkotaan. Sahabat Hijau, kita perlu memahami bahwa keberadaan pohon bukan sekadar estetika, melainkan sistem penyangga kehidupan yang nyata. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai tantangan pohon urban dalam wawancara bersama pakar di IPB News Portal.
Lahirnya Tree Guardians: Solusi Cerdas dari SKALA IPB

Teknologi dan kepedulian bersatu dalam tangan generasi muda untuk menjaga paru-paru kota kita.
SKALA IPB memberikan jawaban nyata melalui pelatihan *Tree Care* yang tidak hanya mengajarkan cara memegang gergaji, tetapi memahami anatomi pohon secara mendalam. Sahabat Hijau diajak untuk menjadi bagian dari solusi dengan mempelajari teknik pemangkasan presisi yang menjamin luka pada pohon cepat menutup tanpa mengundang hama. Solusi ini berfokus pada pemberdayaan individu agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada petugas pemerintah untuk hal-hal dasar.
Pelatihan ini dikemas dengan pendekatan gaya hidup yang modern, di mana setiap peserta akan tersertifikasi sebagai relawan *Tree Guardians*. Dengan sertifikasi ini, anak muda merasa memiliki kebanggaan tersendiri sebagai penjaga lingkungan yang memiliki keahlian khusus yang diakui secara akademis. Gerakan ini membuktikan bahwa aktivitas pelestarian bisa menjadi sangat keren dan relevan dengan identitas sosial generasi masa kini.

Kekuatan komunitas adalah kunci utama dalam keberlanjutan setiap gerakan lingkungan di Indonesia.
Di wilayah percontohan seperti Bogor, penerapan teknik ini telah berhasil menekan angka pohon tumbang hingga 40 persen dalam satu musim penghujan terakhir. Sahabat Hijau dapat melihat bagaimana koordinasi di tingkat RT/RW menjadi jauh lebih efektif sejak adanya kader yang mampu memberikan diagnosa awal terhadap kesehatan pohon. Efisiensi ini membantu pemerintah mengalokasikan sumber daya ke area yang benar-benar membutuhkan penanganan darurat secara cepat.
Seorang peserta bernama Andi, seorang mahasiswa Arsitektur Lanskap yang kini menjadi relawan aktif, menyatakan bahwa “Dulu saya pikir pohon itu hanya elemen desain, sekarang saya melihat mereka sebagai makhluk hidup yang butuh kasih sayang.” Testimoni seperti Andi ini banyak ditemukan di platform komunitas lingkungan, menunjukkan transformasi mental yang luar biasa. Anda bisa memverifikasi kisah inspiratif para relawan ini melalui dokumentasi resmi di Situs Resmi SKALA IPB.

Setiap sentuhan perawatan adalah investasi oksigen bagi anak cucu kita di masa depan.
Pada akhirnya, gerakan *Tree Care* oleh SKALA IPB bukan hanya soal menyelamatkan pohon, tapi soal menyelamatkan masa depan kehidupan kota kita. Sahabat Hijau, mari kita jadikan setiap jengkal tanah di depan rumah sebagai benteng pertahanan terakhir melawan perubahan iklim. Mari bergerak sekarang, sebelum pohon terakhir di lingkungan kita menyerah pada kerasnya beton dan ketidaktahuan kita.











